PAGE MENU

Rabu, 12 Februari 2014

Soal Unas Berstandar SBMPTN

SURYA Online, SURABAYA – Tingkat kesulitan soal ujian nasional 2014 dipastikan meningkat, pascaketerlibatan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dalam pembuatannya. Hal itu beralasan karena sebagian soal-soal unas nantinya akan dibuat seperti soal-soal seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN).
Rektor Universitas Negeri Surabaya Prof Muchlas Samani mengungkapkan,  soal-soal unas 2014 nantinya tidak hanya berupa achievement test yang mengukur tingkat kemajuan yang dicapai peserta dalam suatu pelajaran di sekolah. Tetapi juga berisi soal-soal prediktif. 
“Memang beda dengan unas sebelumnya,”kata Muchlas saat dikonfirmasi pada Jumat (3/1/2013).
Berapa prosentase antara achievement test dan prediktif test, saat ini masih digodok antara PTN dengan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) serta Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP).
Dalam pelaksanaannya nanti, bisa jadi satu topik akan dibuat dua soal yang berbeda, yakni achievement test dan prediktif.
“Soal achievement test itu sepeti pertanyaan bagaimana caranya untuk bisa sampai dari balai kota ke Jalan Ahmad Yani. Sementara pertanyaan prediktif bisa berupa, mana jarak terdekat yang harus dilewati kendaraan umum dari balai kota ke Jalan Ahmad Yani. Jadi, memang ada unsur logika di dalamnya,”urainya.
Meski memasukkan soal-soal standar SBMPTN, Muchlas memastikan materinya tetap disesuaikan dengan kurikulum SMA.
Apakah itu berarti soalnya lebih sulit? Muchlas tidak mau memastikan. Dia hanya mengungkapkan bahwa dari tahun ke tahun skor nilai unas siswa selalu lebih tinggi dibandingkan skor nilai SBMPTN.
“Siswa banyak yang merasa kesulitan dengan soal prediktif yang membutuhkan daya nalar,”katanya.
Ditemui terpisah, Dinas Pendidikan Surabaya berancang-ancang menggandeng PTN untuk membuat soal-soal uji coba (try out) pasca keterlibatan mereka dalam pembuatan soal unas. Mereka adalah Unair, Unesa dan ITS. Kerjasama dengan PTN ini penting karena yang mengetahui model-model soal prediktif mereka, sehingga bisa jadi acuan siswa sebelum unas.
“Mudah-mudahan para PTN ini berkenan membantu kami,”kata Iksan saat ditemui, Jumat (3/1/2013).
Kapan kerjasama dimulai, Ikhsan mengaku masih menunggu kisi-kisi soal unas keluar lebih dahulu. Karena kisi-kisi ini yang akan jadi acuan pembuatan soalnya.
“Mudah-mudahan kisi-kisinya segera turun sehingga kami masih ada waktu untuk menyiapkannya,”kata mantan Kepala Bapemas KB Surabaya.
Diakui Iksan, saat ini pihaknya sudah menyiapkan ratusan paket soal untuk latihan siswa yang diupload di website nya. Hanya saja, soal-soal yang disiapkan itu masih mengacu pada kisi-kisi lama dan belum ada yang berstandar SBMPTN. Karean itu sangat dibutuhkan soal-soal prediksit berstandar SBMPTN.
Pihaknya juga belum menyosialisasikan itu ke sekolah-sekolah karena sampai saat ini dia belum menerima keputusan resmi dari kemendikbud. 
“Kalu resminya sudah ada pasti kami sosialisasikan sehingga lebih cepat persiapannya,”pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, kewenangan PTN membuat soal unas diberikan setelah menteri pendidikan dan kebudayaan (mendikbud) meminta dimasukkannya nilai unas dalam pertimbangan seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) 2014. Keterlibatan PTN dimulai dari penyusunan kisi-kisi hingga butir-butir soal yang akan dikirimkan ke sekolah-sekolah.
Keterlibatan PTN di unas ini dimaksudkan agar hasil unas kredibel untuk dipertimbangkan dalam penerimaan mahasiswa baru PTN.

0 komentar: